UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABETES MELLITUS DI WILAYAH PUSKESMAS GUNUNG SARI

Tags :
Date :14 Januari 2016

Saat ini terdapat kecenderungan pada masyarakat perkotaan lebih banyak menderita Diabetes Mellitus (DM) dibandingkan masyarakat pedesaan. Hal tersebut dihubungkan dengan adanya perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan yang berhubungan dengan risiko DM antara lain seperti obesitas, kurangnya aktivitas fisik dan gaya hidup yang kurang sehat seperti konsumsi alkohol. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kualitas hidup penderita DM di wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari Kota Cirebon.

     

 

Metode. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan metode screening DM, penyuluhan, demonstrasi foot screening diabetic, senam kaki, simulasi diet DM, perawatan kaki di rumah dan evaluasi.

Hasil. Pada aspek kognitif hampir 75% peserta dapat memahami konsep umum, komplikasi dan diet DM. Peserta sebagian besar menyatakan senang dan tertarik dengan kegiatan pengabdian masyarakat ini. Sebagian besar peserta (90%) antusias, perhatian dan aktif mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat ini, khususnya saat mendemonstrasikan foot screening diabetic, senam kaki, dan perawatan kaki di rumah.

Diskusi. Profil penderita DM di wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari Kota Cirebon yang sebagian besar dialami oleh penduduk pada kelompok umur 55 – 64 tahun.Kemampuan kognitif berubah secara bermakna bersamaan dengan lajunya proses penuaan, tetapi perubahan tersebut tidak seragam. Sekitar 50% dari seluruh populasi lansia menunjukkan penurunan kognitif, sedangkan sisanya tetap memiliki kemampuan kognitif sama seperti usia muda.Pada lanjut usia, motivasi baik kognitif maupun afektif untuk mencapai/memperoleh sesuatu cukup besar, namun motivasi tersebut seringkali kurang memperoleh dukungan kekuatan fisik maupun psikologis, sehingga hal-hal diinginkan banyak berhenti di tengah jalan.Ranah psikomotor dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini berhubungan dengan aktivitas fisik, misalnya senam kaki diabetik, foot screening diabetic, perawatan kaki di rumah dan diet DM.Hasil evaluasi keterampilan (psikomotor) diukur melalui: (1) pengamatan langsung dan penilaian tingkah laku peserta selama kegiatan berlangsung, (2) sesudah mengikuti materi, yaitu dengan jalan memberikan tes kepada peserta untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap